Tinggalkan komentar

Sebuah keluarga jawa tahun 40-an

copysual

Tahun 1940 Indonesia belum merdeka, semua orang tahu itu. Tapi mungkin belum semua orang tahu kalau di zaman itu orang kita sudah banyak mengenal dan mengonsumsi berbagai produk yang sudah kondang kemana-mana.

Keluarga Pak Wignjo misalnya, istrinya (sebut saja Bu Wignjo) begitu lama menghabiskan waktunya di kamar mandi, ritual bersih badan itu jadi semakin menyenangkan begitu sang suami membelikannya sabun mandi yang dibilang sebagai sabun yang ‘boesanja lebih lemes dan wanginja sedep sekali”.

Bukan cuma karena sabun yang ‘tida mengandoeng gemoek binatang’, Bu Wignjo juga tidak lagi malu-malu untuk tersenyum lebar, gigi putihnya bersinar bagaikan mutiara yang  mahal harganya.

Kepada dua anak gadisnya, Tati dan Yanti, Bu Wignjo juga kerap menasehati untuk selalu menjaga penampilan dalam pergaulan. Bau badan? “Aduuh, amit-amit, anak gadis harus pandai merawat diri agarenteng jodoh!”, begitu katanya.

Meski anak yang baik, Yanti, si anak bungsu, selalu ingin mencoba hal-hal baru. Untuk sabun…

Lihat pos aslinya 247 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: